GMNI LEBAK, RUMAH BERSAMA ; SEBAGAI RUANG PERTEMUAN DAN PERSAUDARAAN.

 

Dokumentasi PPAB GMNI LEBAK 2018


Pekan penerimaan anggota baru GMNI telah melahirkan kesadaran, persaudaraan dan cinta. Seperti kupu-kupu yang terbang diantara bunga-bunga merah, semua perjalanan selama ber-GMNI, telah di abadikan menjadi sebuah lukisan, dengan nilai seni yang sangat tinggi. 


Melalui tulisan ini, saya sematkan rasa hormat setinggi-tingginya, pada para pendiri organisasi GMNI di bumi lebak, pada seluruh alumni yang telah banyak berkorban demi keutuhan GMNI di bumi lebak, _percayalah_ pengorbanan kalian akan selalu terkenang sebagai simbol perjuangan dari generasi ke generasi dan semoga tulisan ini juga, sampai pada setiap hati saudara-saudara seideologi dan rekan-rekan seperjuangan. 


Moment Memperingati Hari Pahlawan
DPC GMNI LEBAK


Tulisan ini, adalah ekspresi rasa rindu dan hasil dari meresapi setiap lembaran sejarah yang sudah ditorehkan oleh para pendahulu, dan sekaligus sebagai pemacu untuk membuat sejarah baru yang mengesankan. 


Mungkin jika penulis boleh bertanya satu hal, pertanyaan liar dan mungkin tidak sopan, pertanyaan itu adalah GMNI Lebak ini milik siapa? Sekali lagi penulis tekankan, GMNI Lebak ini milik siapa?


Barangkali jawaban itu sudah mutlak, bahwa GMNI Lebak ini milik kita bersama, sebuah rumah yang kita bangun bersama dan sudah tentu kita mempunyai tanggung jawab yang sama, untuk melindungi rumah ini, selain untuk menghiasi, mungkin untuk sesekali membersihkan halaman rumah dari sampah atau bahkan melindungi dari tikus, kecoa dan binatang lainnya, agar rumah kita bersama tetap terjaga, bersih dan nyaman. 


Aktivitas organisasi bukan sekadar kegiatan administrasi maupun bersifat kaderisasi belaka, ada proses penyatuan emosional dan tali ikatan yang tidak bisa dihindarkan, disetiap gelas kopi, teman bercengkrama di sekretariat atau di warung-warung kopi, telah memberi arti yang sangat luas dan semakin memberi warna, disetiap berjalanannya organisasi. 


Tidak dipungkiri, dinamika organisasi tidak selamanya lurus dan lancar, sering kali pada prosesnya pasti dihadapkan dengan yang namanya konflik, konflik internal maupun konflik eksternal, perbedaan cara pandang dan sikap, bercampur arogansi diri adalah salah satu penyebab konflik itu terjadi. Akan tetapi, apapun konfliknya jangan sampai merenggut keharmonisan dan manisnya ikatan persaudaraan di GMNI Lebak, yang sudah dibangun selama 13 Tahun ini. Maka, bukankah kita tahu bahwa menikmati kopi bersama, akan selalu jadi sarana penyelesaian konflik. Sehingga iklim yang akan diwariskan bagi generasi penerus, adalah warisan indahnya persaudaraan GMNI. 


Selain itu, penulis juga sampai sekarang meyakini, bahwa dalam setiap hati KELUARGA BESAR GMNI LEBAK, pasti seluruhnya mempunyai niatan yang tulus, untuk membesarkan organisasi ini dengan caranya masing-masing, Ingat, dengan caranya masing-masing. Ada yang melalu jalur politik, akademisi, pengusaha dan lain sebagainya. Maka biarkan keberagaman cara itu tetap berjalan, jangan sampai ada paksaan untuk diseragamkan. Seperti apa yang sudah diajarkan di GMNI tentang penggalian potensi, biarkan kita membesarkan GMNI dengan potensi yang kita miliki. Tapi ada satu hal yang harus diingat, Jika GMNI Memanggil maka sudah sepatutnya kita menjawab panggilannya dengan penuh suka cita. 


Penulis juga berpendapat bahwa, apapun cara kita, dalam membesarkan organisasi ini, kita harus mempunyai satu pondasi yang kuat, yaitu memperkuat ikatan, sekali lagi memperkuat ikatan emosional antar KELUARGA BESAR GMNI LEBAK, ikatan antar alumni dengan alumni, alumni dengan kader aktif dan kader aktif dengan kader aktif, sehingga terciptanya nuansa kemistri tanpa skat, saling melindungi, menghargai dan saling mendukung demi terwujudnya cita-cita bersama. 


Tulisan ini akan penulis tutup, dengan beberapa rangkaian kata,


"Lembaran foto kegiatan GMNI adalah jalan menuju nuansa nostalgia, lorong waktu pereda dahaga rindu sampai meneteskan air mata."


"Siapapun dan bagaimanapun ia, ketika sudah mengikuti PPAB ia adalah bagian dari keluarga kita. Sebagai front Sukarnois".


"Jika pada suatu hari kita mempunyai keputusan untuk pergi, percayalah bahwa jalan yang kita lewati hanya akan membawa kita kembali"


Salam hangat, 

mari kita kepalkan tangan kiri dan pekikkan salam perjuangan kita, 

SALAM PEJUANG-PEMIKIR, PEMIKIR-PEJUANG

MERDEKA!!! 

GMNI... JAYA!!! 

MARHAEN...MENANG!!!


Oleh : Dhimas maulana hadi

(Sekretaris DPC GMNI LEBAK)

Komentar