Kuingin Pelukan Hangatmu.....IBU

 


22 Desember bagiku adalah satu momen yang pas untuk menuangkan sebuah perasaan. Melalui jari-jemariku, ku rangkaian kata demi kata, kalimat demi kalimat, dan paragraf demi paragraf sehingga itu menjadi obat dari apa yang ku rasakan saat ini. 

Ibu adalah sosok yang luar biasa, memiliki hati yang lembut, hati yang tulus, dan rasa sayang yang tak dapat dihitung. Seorang ibu merupakan sosok yang patut dihormati, dicintai, dibanggakan. Mengapa? kita tidak akan pernah bisa menghitung kebaikannya, membalas jasanya, bahkan kita tidak bisa menjadi persis seperti dirinya. Yang lebih spesial dari seorang ibu adalah perjuangannya bukan, perjuangan sebagai seorang wanita yang mempertaruhkan nyawa nya demi bisa melihat kita terlahir ke dunia nyata. Namun, suatu kejanggalan memang terkadang menimpa sebuah keluarga.

Sebagai seorang anak yang telah hidup beberapa tahun lamanya bersama seorang ibunya, apa wajar jika kita merasakan perubahan, bukan tentang karakternya. Namun, ada beberapa hal yang kadang kala dirindukan. Kasih sayang, waktu bersama-sama, sebuah perhatian, dan yang paling utama adalah keharmonisan. Masalah yang kerap kali datang, yang kadang sampai membuat keributan, semuanya mulai bermunculan saat kesibukan itu datang. Perubahan muncul dengan mudahnya hingga signifikan. Bukankah yang seharusnya diutamakan seorang ibu adalah keluarga, tapi mengapa semua kesibukannya yang justru diutamakan. Apakah mungkin pekerjaan akan merenggut segalanya, dan karirnya yang lebih di pentingkan? Sebagai seorang anak, yang mengambil alih peran seorang ibu dirumah, saya adalah orang yang paling merasakan perubahannya.

Ibu tidak salah jika ia memilih bekerja daripada di rumah, membantu peran seorang ayah. Tapi, keseimbangan antara pekerjaan dan keluarganya harus tetap dijaga. Karena kita yang sejatinya adalah seorang anak, berada di posisi sulit itu selalu merasa bahwa perhatian dan kasih sayang dari seorang ibu, adalah hal yang paling dirindukan.


Oleh : 

Sarinah Laila

(Anggota DPK GMNI Manajemen)

Komentar