![]() |
| Bung Ole, Saat Orasi memperingati Hari Ibu 2020 |
Perlu diketahui peran perempuan sangatlah penting, dengan adanya covid-19 ini tentunya peran perempuan (Ibu) sangat lebih besar untuk mendidik anak-anaknya. Inpres (Instruksi presiden) sudah jelas untuk bekerja, belajar, bahkan beribadah dirumah, sehingga memutus rantai tali wabah covid-19 ini.
Dengan adanya New Normal, Perempuan (Ibu) bukan hanya bertugas sebagai kodratnya kaum perempuan yang hanya di dapur, sumur dan kasur. Tetapi dengan adanya new normal ini perempuan dapat mendidik anaknya semaksimal mungkin dengan waktu yang lebih banyak dibandingkan dengan kaum laki-laki yang biasanya mencari rejeki untuk menghidupi keluarganya.
Melihat situasi sekarang ini, bobroknya Indonesia dalam sektor pendidikan dan ekonomi karena adanya wabah virus Covid-19.
Mengingat kebelakang pada tanggal 16 Maret 2020 hingga sekarang, yang artinya membuat kegiatan pembelajaran pada sekolah maupun kampus yang biasanya dilakukan decara konvensional, kini semuanya harus dialihkan menjadi pembelajaran berbasis daring, semua itu bertujuan untuk memutuskan penyebaran virus corona ini.
Bahkan kita sebagai regenerasi yang biasanya menjalankan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara langsung, dalam dunia pendidikan Virus Covid-19 menjadi faktor utama penyebab terjadinya perubahan program pendidikan yang biasa dilaksanakan.
Diantaranya yaitu :
diliburkannya sekolah-sekolah, ditiadakannya pertemuan tatap muka secara langsung dalam kegiatan belajar mengajar (KBM), dan proses perkuliahan juga diberhentikan.
Dampak dari pandemi ini tentunya telah menghambat dan mempersulit gerak bebas masyarakat untuk melakukan aktivitas sehari-hari, juga berdampak pada mahasiswa yang mana mengharuskan mahasiswa melakukan kegiatan pembelajaran secara daring dirumah.
Apa dengan dirumahkan para regenerasi ini dapat meringankan beban dan membuat mereka keenakan?dengan belajar secara daring yang lebih enjoy bisa sambil merebahkan badan dan memakan sedikit cemilan setelah itu asyik bermain smartphone ataupun yang lainnya.
Perempuan yang kodratnya di dapur sumur kasur bukan berarti tidak dapat membuat perubahan terhadap bangsa ini, kehidupan sosial buta dengan dampak yang telah ditimbulkan oleh musibah wabah covid-19 ini. Tentunya ada banyak hal dikehidupan masyarakat yang dapat di bantu oleh peranan perempuan.
Menjadi masyarakat sekaligus kaum perempuan yang kreatif pun sekaligus menjadi seorang ibu, perempuan dapat kesempatan melakukan tindakan pencegahan dari virus tersebut terhadap diri sendiri, serta lingkungan tempat tinggalnya dengan tetap dirumah saja dan keluar apabila memang adanya kepentingan yang mendesak. Karena seharusnya kaum perempuan (Ibu) yang seharusnya dapat memberi contoh yang baik terhadap anak-anaknya maupun terhadap masyarakat.
Peran perempuan di era pandemi Covid-19 ini tentunya sangat begitu besar. Salah satu yang bisa dilakukan perempuan adalah mendidik dan membantu menjelaskan materi yang sudah diberikan pengajar terhadap anak-anaknya, dengan mendapatkan waktu yang lebih banyak lagi bisa juga untuk melakukan pengawasan dan mengedukasi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dan membuat gerakan untuk melibatkan relawan dan perempuan dalam melakukan sosialisasi serta edukasi terhadap masyarakat. Bahkan perempuan juga dapat memanfaatkan media sosial untuk membuat gerakan bersama perempuan satu lingkungan. Kaum perempuan dapat mengajak masyarakat melalui media sosial (Medsos) untuk mematuhi protokol kesehatan dan menjaga jarak fisik.
Dalam situasi sekarang ini dimana dengan adanya virus Covid-19 maka teknologi daring ini sangat membantu kita untuk bekerja dan belajar tanpa harus keluar rumah, kegiatan belajar mengajar terkesan lebih seru dan santai karena bisa dilaksanakan didalam rumah dan dimanapun kita berada, meskipun terkadang metode seperti ini mengajarkan kita untuk belajar otodidak, karena dari pengajar kadang-kadang hanya memberikan referensi dan tugas saja tanpa menjelaskannya.
Kodrat perempuan (Ibu) bukan hanya di sumur, dapur dan kasur, sebagai mahluk hidup yang mempunyai akal pikiran dan pengalaman, perempuan dapat merubah dan memajukan dalam segi pendidikan. Maka sebagai kaum perempuan yang merdeka, seyogianya dapat bergerak dan mengubah stigma negatif dari kaum laki-laki.
Oleh :
Bung Ole (Biro Bidang Komunikasi & Informasi DPK GMNI Manajemen)

Komentar
Posting Komentar