ANGGREK-ANGGREK LAYU

Anggrek-Anggrek Layu
Karya : Dhimas Maulana Hadi

Anggrek-anggrek layu ditanah subur
Sebelum kupu-kupu mengajak bercumbu.

Ratapan dari langit merah dan laut yang putih, menyapu sampah-sampah gadis gelisah.

Diantara keperawanan yang tersisa dan kehormatan yang mengkhawatirkan,
Tangisan perempuan bercampur lumpur dari hasrat binatang yang susah di atur.

Kemerdekaan ini sunyi! 
Jasad perempuan yang tersusun rapih dalam tanah, ikut juga terlibat dalam barisan pembebasan.
Orang-orang yang merelakan nyawa
Demi cita-cita keselamatan perempuan. 
Itu semua sia-sia!.

Sisa-sisa hanyalah ;
Bait-bait sakit,
Cerita-cerita siksa,
Kisah-kisah marah. 
Membatu dalam batin perempuan yang menangis di bawah kibaran bendera merah putih.

Jika darah dan nyawa adalah rahim dari kemerdekaan yang sepi, Maka kemerdekaan ini melahirkan air mata.


Karya : Dhimas Maulana Hadi
(Sekertaris Cabang GMNI Lebak)


Komentar